Sederet Makanan Ekstrim, Bukti Kekayaan Budaya Indonesia

Apa yang terlintas di pikiran kamu jika mendengar “makanan ekstrim”? Menjijikan, mengerikan, atau menakutkan? Yang jelas, makanan ekstrim biasanya dibuat dari bahan-bahan yang tidak lazim atau diolah dengan cara yang tidak biasa.

Sebut saja, kalajengking, ulat sagu, cacing tanah, kelelawar, dan segala hal yang bisa membuat orang bergidik. Bahan makanan yang umum digunakan, seperti ikan air tawar dan udang pun, juga bisa menjadi makanan ekstrim. Tentu saja, dengan melalui proses pengolahan yang unik. Misalnya, melalui fermentasi hingga berbulan-bulan atau dimakan mentah-mentah.

makanan unik indonesia, menu makanan unik indonesia, makanan unik grand indonesia, makanan unik di grand indonesia, makanan unik di plaza indonesia, makanan unik enak di indonesia, 7 makanan unik di indonesia, makanan unik dan lezat di indonesia

Di Indonesia,dengan keberagaman budayadan didukung sumber daya alam yang eksotis, tentu juga memiliki kuliner ekstrim. Kita ambil contoh, bekasam dari Palembang. Makanan ini terbuat dari fermentasi ikan air tawar, nasi, dan garam, lalu dimasukkan dalam toples yang tertutup rapat. Prosesnya, bisa seminggu, hingga berbulan-bulan. Bekasam bisa dibuat dari daging atau udang. Sulit terbayangkan, semerbak bau danrasa asamyang kuat setelah makanan tersebut disajikan.

Bergeser ke timur, di beberapa daerah Pulau Jawa, kamu juga bisa menemukan makanan ekstrim dari serangga. Biasanya, yang dikonsumsi adalah belalang, jangkrik, tawon, dan laron. Serangga-serangga kaya protein tersebut, bisa diolah menjadi botok atau digoreng biasa.

Lebih ekstrim lagi, di Pulau Bali, ada makanan bernama lawar barak. Bagi umat Islam, makanan ini tidak halal, karena terbuat dari darah babi atau darah ayam. Makanan ini menjadi super ekstrim, karena yang digunakan merupakan darah segar dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu lainnya.

Di daerah timur, ada ulat sagu yang menjadi kudapanfavorit masyarakat Papua. Sesuai namanya, ulat sagu berasaldari batang pohon sagu yang telah membusuk. Penduduk asli, ada yang memakan ulat sagu hidup-hidup. Namun, umumnya diolah menjadi tumisan atausate ulat sagu.

Bicara soal sate, umumnya orang akan terpikir sate madura, sate padang, atau sate maranggi. Terbayang nikmatnya bumbu kacang dan kecap yang berpadu sempurna. Namun, ada juga lho, varian sate yang sedikit menyimpang dari pakem normatif di Indonesia.

Di beberapa daerah, tersaji beragam sate ekstrim yang menguji nyali penikmat kuliner lokal. Ada sate kuda, sate biawak, sate tokek, sate ulat bulu, sate landak paris, dan ada pula sate kobra! Tidak sembarang ekstrim, sate-sate tersebut diklaim memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan,  bahkan bisa mengobati penyakit.

Penasaran? Anda bias simak ulasan plus gambarnya, dalam 7 Sate Ekstrim di Indonesia yang Konon Kaya Manfaat.

Melalui ragam kuliner unik yang cenderung ekstrim di Indonesia, kita bisa memahami bahwadiversitasbudayabangsaini sungguh kaya dan menarik untuk dieksplorasi. Kebhinnekaan, senantiasa erat menyatu dalamharmoni. Ya, sebagaimana sajian lezat yang terdiri dari berbagai macam bahan dan bumbu, lalu diolah dalam nuansa kearifan lokal dan welas asih yang mendamaikan. Jadi, Anda mau coba yang mana dulu?