3 Model kaos distro

3 Model kaos distro – Kaos distro dari segi kualitas memang sudah tidak dapat diragukan lagi, model kaos distro juga beragam ada yang lengan pendek, lengan panjang, kaos oblong dan kaos berkerah. Distro atau distribution store merupakan sebuah toko yang digunakan untuk penitipan barang berupa aksesoris dan pakaian oleh para produsen mandiri, maksudnya mandiri yaitu proses kreatif pembuatannya dilakukan sendiri dengan merek yang independen. Peminat barang-barang di distro (pakaian, celana, topi, aksesoris dan sepatu) adalah kaum muda. Orang akan senang bila mereka mempunyai barang yang eksklusif. Distro pertama ada di Indonesia sekitar tahun 90-an atas prakarsa anak muda Bandung yaitu grub band indie yang mencoba menjual produk merchandise dari atribut yang sering mereka gunakan untuk konser. Setelah komunitas musik selanjutnya muncul komunitas skateboard dan komunitas punk yang mencoba bisnis ini. Distro terus mengalami perkembangan di tahun 2007 saja diperkirakan ada 300 unit distro yang ada di Bandung dan 400 unit lebih di penjuru Indonesia. Walaupun bukan hanya kaos yang dijual namun kaos distro yang paling banyak dicari oleh orang-orang ketimbang yang lainnya. Hal tersebut membuat para produsen kaos distro independen banyak yang memunculkan inovasi-inovasi baru dalam model kaos distro untuk penunjang kelengkapan koleksi distro. Model kaos yang ada di distro di antaranya:

  1. Kaos oblong

Kaos oblong di Indonesia seperti komunitas punk mesti terlihat kaos tanpa lengan, tanpa kancing dan tanpa kerah namun pengertian sebenarnya kaos oblong adalah kaos yang menutupi bagian badan yang mempunyai lengan berupa lengan pendek dan berleher se pundak. Kaos oblong bisa dipakai oleh siapa saja baik itu wanita, pria, lansia, bahkan anak-anak. Kelebihan kaos oblong distro adalah bahan yang digunakan yaitu Catton atau campuran bahan Catton dan Poliester. Kaos oblong pertama kali masuk ke Indonesia akibat pengaruh dari pemerintah Belanda yang menjajah Indonesia namun pada masa Kolonial itu perkembangannya tidak maju karena kaos oblong merupakan barang yang mahal selain itu rakyat peri bumi juga belum bisa mengembangkan teknologi untuk bisa membuatnya, baru pada tahun 1970-an kaos oblong kembal popular bahkan sampai di tingkat perdesaan walaupun bentuknya masih sangat sederhana berwarna putih dengan kain yang tipis dan melekat di tubuh dan hanya bisa dinikmati oleh pria, perkembangan selanjutnya terus terjadi di mana kaos oblong telah masuk ke sektor industri kreatif. Kaos distro menjadi identitas bagi pemakainya saat ini, berbeda dengan jaman dahulu sekarang penjualan kaos oblong sudah banyak dan bisa dinikmati siapa saja.

  1. Kaos berkerah

Kaos berkerah memiliki kerah di bagian lehernya. Kaos kerah biasa dikenal dengan nama pollo shirt, kaos kerah berbeda dengan kaos oblong di kaos kerah bisa juga terdapat kancing. Kaos kerah biasanya memiliki bahan yang lebih tebal dari kaos oblong

  1. Kaos raglan

Kaos raglan memiliki bentuk hampir sama dengan kaos raglan bedanya terletak pada jahitan sambungan lengan bila pada kaos oblong sambungan lengannya vertikal dengan ketiak ke pundak, maka untuk model kaos reglan memiliki sambungan jahitan yang miring antara lubang leher dan ketiak, sehingga pola tangannya lebih besar dari kaos oblong.

Ketiga model di atas masih dibedakan lagi dengan jenis lengan dan bentuk bukaan leher. Kaos distro mana yang anda pilih bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, kaos distro berbentuk kerah bisa digunakan untuk acara semi formal dan kaos oblong untuk kegiatan santai seperti di rumah atau saat sedang berlibur.